Hosting Unlimited Indonesia

Lamin Etam – Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor di Indonesia, khususnya di bidang usaha. Wabah corona yang semakin masif akhir-akhir ini pada akhirnya mengganggu proses pemasaran hingga titik yang siginifikan.

Hal tersebut terjadi akibat adanya pembatasan pergerakan masyarakat dan banyaknya karyawan yang bekerja melalui metode Work From Home (WFH). Pakar Marketing dan CEO DT Group, Mia Lukmanto, menjelaskan, community marketing selalu memiliki kaitan dengan upaya mendengarkan, memberikan dan tumbuh bersama, lebih lagi peranannya menjadi semakin penting disaat krisis melanda.

Bagi perusahaan atau brand yang telah membina hubungan baik dengan komunitas mereka, tentunya batasan pergerakan individual bukan merupakan sebuah tantangan. “Pemasaran berbasis komunitas memanfaatkan nilai-nilai sosial yang ada dalam setiap individu dan menggunakannya untuk menciptakan peluang bisnis yang lebih baik. Selain itu, strategi ini memiliki fokus pada pencarian peluang baru berdasarkan pada kebutuhan yang berbeda dari masing-masing anggota masyarakat yang tergabung dalam komunitas,” kata dia.

Pola Komunikasi

Dalam masa pandemi COVID-19 pola komunikasi akan terbagi menjadi 2, yakni pola komunikasi saat krisis dan pasca krisis dengan didukung oleh pesan dan media komunikasi yang berbeda untuk tiap tahapannya.

Saat ini, media komunikasi digital merupakan pilihan yang efektif dan efisien untuk berkomunikasi dengan komunitas. Oleh karena itu, perubahan pola dan penggunaan media komunikasi yang digunakan oleh komunitas perlu dipahami dengan baik sebelum langkah-langkah penyampaian pesan dilakukan.

BACA JUGA  Teknik jago jualan

“Dengarkan dan pahami bantuan yang dapat diberikan kepada komunitas, berikan juga dukungan melalui berbagai inisiatif CSR yang selanjutnya diikuti dengan pola komunikasi yang komprehensif. Kedua hal ini akan menghasilkan kepercayaan yang merupakan faktor utama dalam community marketing,” jelas Mia.

Hal senada dikemukakan oleh Richard Robot, Chief Strategy Officer DT Group. Ia memandang bahwa community marketing tidak selalu terkait dengan pertemuan (gathering) atau penyelenggaraan event, terlebih untuk saat ini ketika social distancing penting untuk dilakukan dalam upaya mencegah adanya penularan COVID-19 di masyarakat.

“Jika hubungan antara perusahaan/brand dan komunitas sangat erat, maka akan terjadi sinergi penggunaan aset digital kedua belah pihak. Brand menggunakan aset digital komunitas dan komunitas bisa juga muncul dalam aset digital perusahaan, yang dalam eksekusinya akan menguntungkan kedua belah pihak,” kata dia.

Perusahaan dalam hal ini bisa menggunakan berbagai pendekatan tergantung situasi yang berkembang di masyarakat. Misalnya penggunaan pendekatan Shoppers Marketing setelah diketahui masyarakat masih tetap berbelanja secara offline untuk kebutuhan pokoknya, berarti masih ada arus konsumen yang datang ke toko retail biasa dimana berarti tetap ada peluang bagi perusahaan/brand untuk mempunyai strategi komunikasi khusus. Misalnya, strategi untuk sales team ataupun visual merchandising. Stratgi ini dilakukan untuk memastikan produk mereka tetap relevan di situasi sekarang.

“Digitalisasi merupakan jawaban dari kebijakan karantina, sehingga brand tetap dapat memberikan informasi yang akurat, menarik dan bermanfaat. Format pemasaran offline juga dapat di-adjust menjadi inisiatif online yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan community management,” jelas Richard.

BACA JUGA  Soft Selling : Teknik Menjual Tanpa Jualan

Menguji Loyalitas

Richard mengatakan bahwa social distancing merupakan kesempatan bagi perusahaan dan brand untuk menguji loyalitas konsumen mereka. Terakhir, Richard menyebutkan penting bagi perusahaan/brand untuk selalu memperhatikan perkembangan terakhir di masyarakat, mendengarkan suara dari komunitas dan selalu mengukur dampak hal tersebut terhadap inisiatif marketing communication yang sedang dijalankan.

“Selalu miliki partner yang tepat untuk mengeksekusi seluruh inisiatif yang direncanakan, terutama yang terkait dengan community marketing, karena partner yang tepat akan memudahkan proses menyeimbangkan tujuan antara perusahaan dengan komunitas sehingga kerja sama dapat berjalan dengan baik ,” kata Richard. (SWA)

Facebook Comments
AdvertisementLamin Etam Advertising